Oke skip langsung ke bagian di akhir masa OJT saya, dimana saya belum memenuhi target mobil saya. Dan dari kantor pusat pun telah menentukan bahwa, achieve ataupun tidak, saya tetap harus melakukan presentasi. Dan tibalah saat saya harus presentasi. Di presentasi pertama ini saya benar-benar babak belur dicerca pertanyaan-pertanyaan oleh para Kepala Unit dan juga Pimpinan Cabang tempat saya melakukan OJT. Saya benar-benar kehabisan kata-kata ketika dicerca dengan pertanyaan-pertanyaan tentang SK (Surat Ketentuan) dan policy di unit saya yang berhubungan dengan unit yang lain, karena memang selama 3 bulan saya melaksanakan OJT disana, saya lebih berfokus untuk belajar bagaimana caranya berjualan (jika kawan-kawan ingat di awal cerita bahwa saya amat sangat membenci marketing pasti kawan-kawan akan paham), sehingga saya sama sekali tidak berpikir untuk mempelajari tentang SK yang berlaku. Alhasil saya pun jadi bulan-bulanan para Kepala Unit dan juga Pimpinan Cabang saya.
Sehari setelah presentasi saya yang acak adul tersebut, saya diminta oleh Pimpinan Cabang untuk belajar di unit yang lain, kira-kira apa saja dari mereka yang perlu saya ketahui yang berhubungan dengan unit saya. Dan dengan malas-malasan pun saya mulai untuk belajar lagi di unit-unit yang lain, karena saat itu pikiran saya adalah saya sudah pasti akan keluar setelah saya belum mampu untuk mencapai target yang ditentukan selama OJT ini. Tapi perkiraan saya salah. Karena ternyata masa OJT saya diperpanjang untuk lagi sampai dengan akhir bulan Januari 2014, dan saya masih diberikan kesempatan satu kali lagi untuk mencapai target yang ditetapkan kepada saya. Masa perpanjangan itu saya gunakan sebaik mungkin untuk meraih target yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan juga untuk belajar tentang hubungan unit lain dengan unit saya.
Tapi ternyata masa perpanjangan OJT yang saya dapatkan sampai dengan akhir Januari pun tidak bisa saya maksimalkan dengan baik karena saya masih belum juga bisa mencapai target yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Disini saya mulai waswas dan mulai pesimis apakah saya akan mampu untuk melanjutkan pekerjaan saya di perusahaan ini. Namun ayat Alkitab diatas yang saya sebutkan sebelum saya memulai cerita ini menjawab semuanya itu. Rancangan saya yang saya pikir baik buat saya belum tentu baik juga menurut rancangan Tuhan. Bahkan bisa jadi rancangan Tuhan jauh lebih baik dari apa yang saya rancangkan. Yang perlu saya lakukan saat ini adalah melakukan segala sesuatu yang menjadi tanggung jawab saya sebaik mungkin dan sepenuh hati. Hasil akhir saya kembalikan lagi kepada Tuhan. Tugas saya adalah melakukan tanggung jawab saya.