Terluka merupakan suatu kejadian yang sangat menyakitkan.
Terluka tidak pernah diinginkan oleh seseorang.
Tapi terluka memang tidak pernah bisa dihindari.
Karena setiap manusia yang hidup pasti akan mengalami luka.
Tuhan pun mengijinkan kita mengalami luka BUKAN agar kita trauma terhadap hal yang membuat kita terluka.
Tuhan mengijinkan kita mengalami luka agar kita mampu berpikir dahulu dalam melangkah ketika kita harus menghadapi persoalan yang sama.
Tetapi ketika terjatuh dan terluka, seseorang tidak akan bisa bangun dan merawat luka itu sendirian.
Dia membutuhkan orang lain untuk membantunya berdiri dan membalut luka itu.
Meskipun bekas luka yang telah tergores itu tidak akan pernah hilang.
Meskipun luka itu terlalu dalam menggoresmu.
Tapi,,
Aku ingin membantumu membalut luka itu.
Aku ingin membantumu berdiri menatap hal itu dan menjalaninya bersamaku.
Ijinkan aku membalut luka itu...
(untuk seorang gadis yang teringat oleh kisah lama)
Transform This Blog Into Your Language
Selasa, 11 Mei 2010
Senin, 01 Februari 2010
Berkat Dari Mengampuni
Kemarin waktu ikut Camp Pria Sejati, ada sebuah sesi yang cukup menarik, yaitu sesi kekuatan pengampunan. Sebenarnya apa yang disampaikan oleh pembicara sesi ini udah pernah aku alami. Aku pernah punya kepahitan sama bapakku. Dulu waktu aku TK sampe SD, bapak cukup keras dalam mendidik aku. Bahkan bapak engga segan-segan memukul ku. Dan itu terus kuingat-ingat sampe aku lulus SMP. Bahkan bisa dibilang hubungan ku dengan bapak tidak terlalu baik dalam rentang waktu itu. Selama jangka waktu itu pula kehidupan keluarga ku tidak sebaik saat ini. Sampai aku memasuki masa SMA, hubungan ku dengan bapak sudah cukup baik, tapi masi ada jarak antara aku dan bapak. Ketika aku bertemu seorang guru agama di SMA yang pada akhirnya menjadi bapak rohani ku, aku diajari bahwa seorang bapak merupakan pintu berkat bagi keluarga yang dipimpinnya. Dan jika kita menginginkan keluarga kita dipulihkan, kita harus mengampuni bapak kita terlebih dahulu. Sulit? Memang itu sangat sulit mengingat apa yang telah dilakukan oleh bapak. Tapi ketika aku menyadari bahwa Tuhan mau mengampuni aku meskipun aku tidak mau mengampuni bapak, hatiku luruh. Sejak saat itu aku mau dengan rela mengampuni bapak.
Dan tahukah saudara, ketika aku memutuskan untuk mengampuni bapak, beban di hati ini rasanya menguap begitu saja. Dan satu hal yang penting, ketika aku memutuskan untuk mengampuni bapak ku, berkat Tuhan mengalir terus tiada henti. Memang hidup kami tidak berlebih jika diukur menurut ukuran kekayaan manusia. Tetapi hidup kami berkecukupan setiap hari dan kami tidak pernah kekurangan.
Dan tahukah saudara, ketika aku memutuskan untuk mengampuni bapak, beban di hati ini rasanya menguap begitu saja. Dan satu hal yang penting, ketika aku memutuskan untuk mengampuni bapak ku, berkat Tuhan mengalir terus tiada henti. Memang hidup kami tidak berlebih jika diukur menurut ukuran kekayaan manusia. Tetapi hidup kami berkecukupan setiap hari dan kami tidak pernah kekurangan.
Selasa, 26 Januari 2010
Blog Baru
Ini blog barunya Agil Winedhar Sih Pamenang.
Masih kosong,karena belum ada ide buat ngisi.
Tapi ntar pasti ada isinya.
Ditunggu aja...
God Bless
Masih kosong,karena belum ada ide buat ngisi.
Tapi ntar pasti ada isinya.
Ditunggu aja...
God Bless
Label:
Opening of New Blog
Langganan:
Postingan (Atom)